Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Cara Agar Saya Dapat Bantuan PKH?

cara mendapatkan bantuan pkh

KANGIZZA - Barangkali pembaca tertarik dan penasaran ketika melihat judul di link artikel ini yang muncul di beranda sosial media sehingga meng-klik-nya ― mengingat seringkali mendapati tetangga berduyun-duyun pergi ke rumah agen bank atau melihat tetangga yang pulang membawa beragam bantuan sembako ― yang dengar-dengar itu bantuan PKH. Nah, bagi pembaca yang penasaran, anda sedang membuka blog yang tepat, karena disini saya akan berbagi info mengenai PKH, bagaimana seseorang mendapatkan bantuan PKH, apa saja persyaratannya ― akan saya ulas secara ringkas agar mudah pembaca pahami.

Tentang PKH

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan bersyarat dari pemerintah RI yang dijalankan dibawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemsos RI) yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu baik dari segi kesehatan, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial-nya. Program bantuan bersyarat maksudnya adalah ― bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi baik sebelum atau sesudah seseorang ditetapkan sebagai penerima bantuan PKH. Jadi program bantuan ini sangat berbeda dengan jenis program bantuan sebelumnya yang familier di masyarakat, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hanya berfokus kepada pemberian bantuan secara materi. Lantas kemudian, apa saja syarat menjadi penerima bantuan PKH akan kita bahas di bawah.

Syarat Menjadi Penerima Bantuan PKH

Penerima bantuan dalam konteks PKH disebut dengan istilah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Secara umum ― setidaknya ada 2 syarat yang harus terpenuhi dimana seseorang bisa terdaftar sebagai KPM PKH.

  1. Kurang mampu secara ekonomi.
  2. Memiliki Komponen.

Kedua syarat tersebut diatas harus terpenuhi oleh semua KPM PKH. Jika ada salah 1 syarat yang hilang, maka hal ini akan menjadi salah satu sebab gugurnya kepesertaan seseorang sebagai KPM PKH. Misalnya saja, seorang KPM (sudah memenuhi syarat) di tengah mengikuti mekanisme PKH ― ternyata di kemudian hari menunjukkan ada peningkatan taraf hidup secara ekonomi sehingga dia dinilai sudah mampu, maka KPM ini harus keluar dari kepesertaan PKH yang diistilahkan dengan Graduasi.

Kriteria Kurang Mampu PKH

Dalam dunia per-PKH-nan ― ada istilah yang dikenal dengan DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. DTKS merupakan data informasi mengenai status sosial ekonomi dan demografi 40 % penduduk di Indonesia yang dihitung mulai dari yang paling rendah dengan menggunakan metode tertentu.

Data di dalam DTKS ada pengelompokan-pengelompokan kecil berdasarkan tingkat kesejahteraan yang kemudian disebut Desil. Terdapat 4 kelompok pembagian Desil ini, yakni Desil 1, Desil 2, Desil 3 dan Desil 4 ― dan Desil 1 ini merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi sasaran dari Program Keluarga Harapan (PKH). Artinya, kriteria kurang mampu dalam PKH adalah penduduk yang secara status sosial ekonominya masuk ke dalam DTKS dan berada pada kelompok Desil 1.

Komponen PKH

Apa itu komponen PKH?. Mudahnya dipahami ― komponen PKH merupakan "tanggungan" anggota keluarga dari seorang peserta KPM PKH dalam satu keluarga ― yang secara administrasi ditunjukkan berdasarkan Kartu Keluarga (KK). Sebagai informasi, program bantuan sosial PKH merupakan bantuan yang berbasiskan keluarga, bukan rumah tangga, artinya bantuan PKH ini mencakup anggota keluarga dalam 1 KK, bukan anggota keluarga dalam satu rumah.

Apa saja 'tanggungan' keluarga yang termasuk dalam komponen PKH?. Sebagaimana tercantum di dalam aturan PKH, Di bawah ini merupakan anggota keluarga yang tergolong dalam komponen PKH :

  1. Anak sekolah SD
  2. Anak sekolah SMP
  3. Anak sekolah SMA
  4. Balita
  5. Ibu hamil
  6. Lansia Usia minimal 70 tahun
  7. Disabilitas

Bisa dipastikan bahwa keluarga yang sudah terdaftar sebagai KPM PKH pasti ada salah satu atau beberapa anggota keluarga yang termasuk di atas, karena memang komponen merupakan kunci kepesertaan sebuah keluarga menjadi KPM PKH. Contoh, misalnya ada sebuah keluarga KPM yang memiliki tanggungan 1 anak sekolah SMA yang kemudian beberapa bulan ke depan akan mengikuti Ujian Nasional dan dinyatakan lulus ― maka bisa dipastikan kepesertaan PKH dari keluarga ini secara otomatis akan berhenti.

Cara Mendapatkan Bantuan PKH

Setelah apa yang saya tuliskan di atas, saya berharap pembaca tidak membayangkan bahwa ada semacam program pendaftaran menjadi KPM PKH, lengkap dengan jadwal dan tempat pendaftaran ― atau mungkin karena di musim pandemi ada link pendaftaran yang bisa diisi formulirnya via online ― tentu tidak demikian. Untuk menentukan sebuah keluarga mampu atau tidak mampu ― pemerintah melalui kementerian sosial bersama pemerintah daerah beserta dinas sosial terkait sudah ada mekanisme dan metodenya sendiri untuk menentukan sebuah keluarga layak atau tidak mendapatkan bantuan PKH.

Selanjutnya, sikap yang harus kita pupuk bersama adalah rasa syukur, baik bagi penerima atau bukan. Bagi penerima bantuan patut bersyukur ada sedikit bantuan dari pemerintah yang bisa membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari sesuai tanggungan komponennya, dan bagi yang bukan keluarga penerima PKH ― kita juga harus bersyukur bahwa kita bisa memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri. Bagi keluarga yang tergolong sudah mampu sangat tidak elok rasanya ― seandainya saja ada rekrutmen penerima bantuan PKH kemudian saling berebut untuk mendaftarkan diri sebagai KPM. :D

Demikian informasi yang dapat saya bagikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat. Jika ada informasi tambahan dari pembaca, koreksi, kritik dan saran atau lainnya bisa dituliskan di dalam kolom komentar.